Langkah pasti menuju puncak lawu / Hargo Dumilah

Gunung lawu (lawu mount) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api “istirahat” dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu adalah sumber inspirasi dari nama kereta api Argo Lawu, kereta api eksekutif yang melayani Solo Balapan-Gambir.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

7 september 2013 ada sms masuk dari salah satu teman, ‘adakah yang tertarik naik gunung?’ tawaran tersebut tak saya sia-siakan. Walau rencana mepet tapi tekat bulat untuk mendaki gunung lawu tetap tinggi.

Tanggal 13 September 2013 kami ber-7 orang melakukan perjalanan menuju gunung lawu, kami mulai naik dari cemoro sewu sekitar jam 16.15 WIB, dan sampai sendang Drajat sekitar pukul 22.00 Wib. Perjalanan yang cukup melelahkan, karena saya baru pertama kalinya mendaki gunung yang setinggi itu. Jalur pendakian lewat cemoro sewu cukup jelas, jadi kecil kemungkinan untuk tersesat, dan jalur tersebut lebih darai 80% berupa bebatuan yang sudah tertata rapi.

Ketika matahari mulai tenggelam rasa dinginpun mulai menusuk tulang, itulah kendala kalo pendakian dilakukan malam hari; suasana sangat dingin, sedangkan kalau pendakian dilakukan siang hari panas terik yang kita rasakan.  Perjalan malam hari juga harus lebih hati-hati, selain gelap, berbatu medannya juga cukup curam.

Setelah sampai di Sendang drajat (sekitar 20 menit untuk menuju puncak hargo Dumilah) kami langsung mendirikan tenda dan membuat api unggun untuk menghangatkan badan. Dari tempat kami mendirikan tenda, terlihat suasana lampu kota yang ada di bawahnya begitu indah berpadu dengan gemerlap bintang di atasnya.

Kami mendaki tidak hanya ber-7 saja, dari rombongan lain juga banyak yang mendaki, ada yang dari Malang, Jakarta dll. Malam di gunung lawu begitu dingin, suasan paling dingin yang pernah saya alami, tapi itu tidak membuat kami kapok, bahkan malah menjadi tantangan tersendiri.

Setelah melewati dinginnya malam, sang mentari-pun muncul yang mulai memberi kehangatan pada tubuh kami. Dari tempat itu terlihat begitu indahnya saat matahari mulai menampakkan sinarnya, begitu indah dan mengagumkan, begitu jarang dapat menyaksikan matahari terbit dari puncak yang tinggi dan itulah salah satu yang kami cari.

awan240

Puas menikmati sunrise kami bergegas naik menuju salah satu puncak lawu yang tertinggi yaitu puncak ‘Hargo Dumilah’. Hanya sekitar 20 menit kami sampai di puncak tertinggi tersebut (3265m dpl), amazing, keren, takjub, begitu perasaan kami saat tiba di puncak. Langit  yang biru di sertai awan putih yang indah menjadi pemandangan yang luar biasa.

Sang mentari-pun mulai terik menyinari, kami pun mulai turun kembali ke basecamp. Di sendang drajat tersedia sumber air walau tak melimpah tapi selalu ada, bias untuk masak, atau yang kekurangan bekal air. Di dekat sendang drajat juga terdapat warung yang berjualan air mineral dan makanan, jadi bisa membantu para pendaki yang kurang bekal. Jarang lho di gunung tinggi lain ada orang berjualan seperti di gunung lawu.

Sekitar jam 9 pagi kami segera bersiap-siap untuk kembali turun lewat jalur yang sama yaitu jalur cemoro sewu, batu-batu besar menjadi pemandangan sepanjang perjalanan, karena saat pendakian pada malam hari jadi tidak kelihatan. Sampai di gerbang cemoro sewu sekitar jam 12.30 Wib.

cemorosewu240

Perjalanan yang cukup melelahkan tapi sepadan dengan kepuasan yang didapatkan, terimakasih teman telah mengajak untuk melakukan perjalanan yang tak dapat saya lupakan. Thank cemoro sewu… thank lawu… we  love you…

 

Album perjalan::…

 

Jadibaru

Orang bijak selalu tinggalkan jejak, :)

You may also like...

2 Responses

  1. Mr.Gng says:

    Mantap, pendakian selanjutnya adalah puncak merbabu. he….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *